| Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) merupakan organisasi seni swasta pertama di Indonesia yang menghadirkan koleksi seni modern dan kontemporer kepada masyarakat umum. Sejak tahun 2017, Museum MACAN secara konsisten menyelenggarakan pameran bersifat musiman (seasonal) yang berganti secara berkala dengan menghadirkan seniman nasional maupun internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan strategi experiential marketing di Museum MACAN serta dalam meningkatkan minat berkunjung kembali (repurchase intention) pengunjung. Konsep dasar yang digunakan sebagai acuan adalah komunikasi pemasaran terpadu, sedangkan konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Experiential Marketing dan Repurchase Intention. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap tiga pengunjung Museum MACAN sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repurchase intention pengunjung terbentuk hingga pada tahap plan to repurchase, sementara expectation to repurchase pengunjung dipengaruhi oleh keberadaan berbagai aktivitas experiential marketing dalam pameran Museum MACAN. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa elemen Strategic Experiential Modules (SEMs), khususnya sense, feel, dan act, merupakan aspek yang paling dirasakan oleh pengunjung dalam membentuk niat berkunjung kembali. Selain itu, Experiential Providers (ExPros) berupa spatial environment memberikan kesan positif yang signifikan dalam mendorong terbentuknya repurchase intention pengunjung Museum MACAN. |