Anda belum login :: 18 May 2024 23:30 WIB
Detail
JurnalTempo vol. 36 no. 50 (Feb. 2008)
Bibliografi
Topik: LAW; POLITIC; BERITA; SOSIAL; EKONOMI; POPULER; POLITIK; T4
Bahasa: (ID )    ISSN: 0126-4273    Year:: 2008    Bulan: 02    Edisi: 04 Februari 2008    
Penerbit: Tempo
Jenis: Bulletin/Magazine
[Lihat daftar eksemplar jurnal Tempo]
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: TT25.187
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
  • Perpustakaan PKPM
    • Nomor Panggil: T4
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Artikel dalam koleksi ini
  1. Menunggu Asian Agri di pengadilan., halaman 14
  2. Tebas tuntas skandal 'suap' BI., halaman 14
  3. Film Indonesia tanpa LSF., halaman 15
  4. Legasi tak berujung., halaman 18
  5. Dari istana ke astana., halaman 24
  6. Rumah Soeharto yang akan datang., halaman 26
  7. Tanpa muara di jalan hukum., halaman 30
  8. Habis manis sepah dibuang., halaman 34
  9. Cendana, setelah keputusan itu., halaman 38
  10. Kelompok 14 dari taman suropati., halaman 44
  11. Di ujung kekuasaan Soeharto., halaman 46
  12. Tak roboh diterpa badai., halaman 48
  13. Kisah dua prajurit., halaman 50
  14. Soeharto dan rezim anti-partai., halaman 52
  15. Bakti sepanjang jalan., halaman 56
  16. Petualang yang kini menyendiri., halaman 57
  17. Bagai menunggu jam pasir., halaman 58
  18. Balik ke kancah bisnis., halaman 60
  19. Si bungsu yang enggan tampil., halaman 64
  20. Para saksi bercerita., halaman 68
  21. Tentang pasar dan ekonomi Soeharto., halaman 72
  22. Tragedi 1965, menggantung pertanyaan., halaman 74
  23. Lari dari malari., halaman 76
  24. Para penembak dalam gelap., halaman 78
  25. Subuh berdarah di Talangsari., halaman 80
  26. Tragedi membara di sindang raya., halaman 81
  27. 27 Juli pada suatu pagi., halaman 82
  28. Jejak sepatu lars sang jenderal., halaman 84
  29. Di kuil penyiksaan orde baru., halaman 88
  30. Catatan hitam Kedungombo., halaman 90
  31. Trisakti jadi saksi., halaman 92
  32. Matinya masyarakat madani., halaman 94
  33. Soedjono dan 'orde dhawuh', halaman 97
  34. Dari gua semar, wangsit itu berasal., halaman 102
  35. Misteri anak Desa kemusuk., halaman 106
  36. Setelah sang ibu berpulang., halaman 108
  37. Warisan politik jenderal itu., halaman 110
  38. Memandang ke barat, terperosok di timur., halaman 118
  39. Pustaka setelah lengser., halaman 120
  40. Jenderal besar terakhir?, halaman 130
  41. Meneropong bencana lumpur di Sidoarjo., halaman 132
  42. Jalan panjang mengendus cendana., halaman 134
  43. Ganti wajah bisa bergaul., halaman 136
  44. Tiga menguak pintu masuk., halaman 140
  45. Pejabat daerah berlomba korup., halaman 144
  46. Mencetak petani berdasi., halaman 150
  47. Ancaman armageddon di kaki langit., halaman 154
  48. Berkaca pada wikipedia., halaman 170
  49. Pahlawan tanpa kontroversi., halaman 172
  50. Antonio Maria Costa: harta jarahan mencederai reputasi bank., halaman 174
  51. Paket untuk pangan murah., halaman 182
  52. Pukulan kedua untuk SocGen., halaman 184
  53. Krisis subprime dan Asia., halaman 188
  54. Diplomasi orkestra sang pencela., halaman 194
  55. Swasembada dan gejolak harga pangan., halaman 200
  56. Kayon., halaman 208

 Edit Artikel
Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.171875 second(s)