Anda belum login :: 30 May 2024 08:14 WIB
Detail
BukuAnalisa Kebijakan Persediaan Bahan Pengemas Aseptik pada PT Ultra Jaya Milk Industry And Trading Company
Bibliografi
Author: Tanuwijaya, Tanti Slamet ; PRASETIO, SATRIO (Advisor)
Topik: MARKETING; Ordering Cost; Carrying Cost; Economic Order Quantity; Total Incremental Cost; Safety Stock; Reorder Point
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 1999    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis
Fulltext: Tanti Slamet Tanuwijaya's Undergraduate Theses.pdf (1.51MB; 11 download)
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: FEM-3340
    • Non-tandon: tidak ada
    • Tandon: 1
 Lihat Detail Induk
Abstract
PT Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri makanan dan minuman aseptik (Ionglife product). Dalam pengadaan bahan pengemas aseptiknya, perusahaan mendapatkan bahan pengemas tersebut dari Tetra Pak East Asia di Singapura yang membutuhkan waktu 40-41 hari untuk sampai di perusahaan. Tujuan penulis mengadakan penelitian pada PT Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company adalah untuk menganalisa sampai seberapa jauh kebijakan persediaan perusahaan dalam menentukan tingkat persediaan bahan pengemas aseptik agar berada pada tingkat persediaan yang ekonomis dengan biaya persediaan yang minimal. Dari hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan persediaan bahan pengemas aseptik selama ini masih kurang efisien, dimana perusahaan hanya melakukan pemesanan sebanyak 4 kali dalam setahun, sedangkan yang sebaiknya adalah melakukan 7 kali pemesanan dalam setahun. Hal ini mengakibatkan adanya pemborosan biaya persediaan. Untuk menghindari terjadinya kehabisan persediaan bahan pengemas aseptik akibat jumlah pemesanan selama lead time berubah-ubah, maka diperlukan jumlah safety stock yang ekonomis sebesar 975.696 pak yang didapat dari hasil perhitungan Total Incremental Cost (TIC). Sedangkan dari kebijakan perusahaan sendiri menetapkan jumlah safety stock yang lebih besar yaitu 2,000.000 pak. Untuk menghindari resiko kehabisan persediaan itu pula, perusahaan harus melakukan pemesanan kembali (Reorder Point) pada saat tingkat persediaan di gudang mencapai jumlah 3.706.368 pak. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan dapat terus beroperasi tanpa kekurangan bahan pengemas tersebut.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.171875 second(s)