Anda belum login :: 04 Oct 2022 17:53 WIB
Detail
BukuGambaran Penyesuaian Diri Terhadap Peran Ganda Perempuan yang Menikah Pada Usia Muda
Bibliografi
Author: Wibawa, Dhevy Setya (Advisor); Febriyana, Sherly
Topik: Penyesuaian Diri; Pernikahan Usia Muda; Peran Ganda
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2019    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis
Fulltext: Sherly Febriyana_Undergraduated Theses_2019.pdf (1.47MB; 38 download)
Abstract
Pernikahan usia muda cenderung menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, fisik dan psikologis. Oleh karena itu, pernikahan usia muda membutuhkan kesiapan fisik, materi dan psikologis. Salah satu kesiapan psikologis ialah kematangan emosional, sehingga akan lebih lebih mampu mengelola perbedaan antar pasangan dan meminimalisir konflik. Kematangan emosional penting terutama pada perempuan, yang tak jarang harus memikul peran ganda. Perempuan dengan peran ganda juga memiliki dampak kurang baik pada kondisi fisik dan psikologis. Hal ini akan lebih sulit dilakukan oleh perempuan yang menjalani pernikahan usia muda, di mana mereka belum memiliki kematangan emosi yang cukup dan dapat mengakibatkan konflik peran. Konflik peran akan berkurang apabila dapat menyesuaikan diri dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penyesuaian diri terhadap peran ganda perempuan yang menikah pada usia muda yang ditinjau melalui empat aspek penyesuaian diri dari Schneiders (1964) yaitu personal, pernikahan, sosial dan vokasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengambilan data dilakukan dengan semi-structured interviewa dan berdasarkan panduan wawancara. Teknik sampling yang digunakan adalah purposeful sampling dengan jenis criterion sampling. Jumlah partisipan dalam penelitian ini sebanyak tiga partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan berusaha untuk memenuhi peran ganda baik peran sebagai istri maupun pekerja. Usaha yang dilakukan merupakan hasil evaluasi perilaku untuk mengurangi konflik peran yang dihadapi. Kedua partisipan mengalami perubahan perilaku dengan berusaha mengontrol emosi untuk meminalisir konflik. Selain itu, kedua partisipan menjadi lebih terbuka dan membicarakan langsung konflik di lingkungan kerja. Pada penyesuaian pernikahan, setiap partisipan menunjukkan adanya usaha dengan mengevaluasi dan mengubah perilaku untuk menghindari konflik dengan suami. Selanjutnya setiap partisipan melakukan usaha penyesuaian vokasional dan penyesuaian dengan lingkungan sosial seperti keluarga, pekerjaan dan masyarakat.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.171875 second(s)