Anda belum login :: 13 Jul 2024 17:20 WIB
Detail
BukuAktivitas Motorik Dua Siswa Down Syndrome Kelas 3 SLB C Dian Grahita Jakarta
Bibliografi
Author: SURYATI, LUSIA ; Wanei, Gerda K. (Advisor)
Topik: Aktivitas; Motorik; Anak; Down Syndrom; Panti
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2017    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis
Fulltext: Lusia Suryati_Undergraduate Theses_2017.pdf (5.94MB; 18 download)
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil:
    • Non-tandon: tidak ada
    • Tandon: 1
 Lihat Detail Induk
Abstract
Aktivitas motorik adalah suatu aktivitas yang dilakukan dengan penggunaan tangan yang memerlukan koordinasi antara otot jari tangan, otot bahu, dan pengendalian pergelangan tangan. Down syndrome merupakan suatu bentuk hambatan yang ditandai oleh keterbelakangan mental. Down syndrome terjadi karena terdapat kelebihan sebuah kromosom ke-21. Kromosom tambahan ini terjadi karena gen-gen yang terkandung di dalamnya menyebabkan proteinprotein tertentu terbentuk secara berlebihan di dalam sel. Tujuan dari penilitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana aktivitas motorik yang mampu dilakukan anak penyandang Down Syndrome di sekolah luar biasa bagian C Dian Grahita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah instrumen panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan yang diperoleh subjek kedua subjek adalah sebesar 73,39% dan 64,10%. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas motorik dengan melibatkan kemampuan pengendalian otot jari tangan, bahu, dan pergelangan tangan kedua subjek sudah baik. Saran dari peneliti bagi kedua subjek adalah agar diperbanyak pemberian stimulasi terhadap motorik halus. Kepada orang tua agar berperan aktif dalam mendukung proses perkembangan kemampuan motorik anak dengan cara mencari informasi dari guru dan terapis. Orangtua juga dapat memberikan stimuli atau rangsangan bagi anak dengan berbagai macam permainan yang menarik untuk melatih motorik anak saat di rumah. Misalnya bermain clay (lilin plastisin), bermain bola yang berukuran kecil hingga besar, lego sederhana hingga rumit, bemain puzzle, atau drum mainan. Kepada Kepala SLB C Dian Grahita bekerjasama dengan para guru untuk memberikan perhatian khusus pada pentingnya pengembangan kemampuan motorik siswa sejak dini dengan mempelajari lebih dalam mengenai materi dan prosedur pengembangan motorik secara terstruktur. Kepala sekolah juga dapat memberikan layanan informasi berupa seminar mengenai pentingnya pengembangan kemampuan motorik halus siswa sejak dini dan cara yang tepat untuk menerapkannya secara mandiri bagi orangtua siswa dengan mengundang narasumber yang ahli dalam bidang pengembangan motorik. Kepada Kepala Program Studi Bimbingan dan Konseling dapat mengundang pendidik atau fisioterapis untuk memberikan informasi tambahan tentang pengembangan motorik siswa pada mata kuliah tertentu, misalnya mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.1875 second(s)