Kredit bermasalah atau yang dikatakan dengan Non Performing Loan (NPL) merupakan salah satu penyebab memburuknya kinerja perbankan karena akan berdampak terhadap profitabilitas perbankan. Dengan begitu besarnya NPL perlu diturunkan. Untuk menurunkan besarnya NPL, perlu diketahui faktor - faktor penyebab NPL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari Loan to Deposit Ratio (LDR), Inflasi (INFL), dan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) terhadap NPL pada Bank Umum di Indonesia periode Januari 2010 - Agustus 2016 menggunakan metode Vector Error Correction Model. Hasil dari estimasi VECM menunjukkan bahwa dalam jangka panjang LDR, INFL, dan SBDK berpengaruh signifikan positif terhadap NPL, sedangkan tidak dalam jangka pendek. Lalu, hasil uji Impulse Response Function (IRF), memperlihatkan respon positif yang diberikan oleh NPL ketika adanya guncangan pada LDR, INFL, dan SBDK. Terakhir, hasil uji Variance Decomposition, menunjukkan bahwa LDR yang memberikan kontribusi paling besar atas perubahan NPL. |