Anda belum login :: 13 Jul 2024 17:38 WIB
Detail
BukuAnalisa Yuridis Perlindungan Lagu Daerah Sebagai Traditional Knowledge Dan Folklor (Dalam Perspektif Undang-Undang No 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta)
Bibliografi
Author: MAKAMINAN, MARSHEL TRISTANT ; Hadiarianti, Venantia Sri (Advisor)
Topik: Traditional Knowledge dan Folklore
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2008    
Jenis: Theses - Undergraduate Thesis
Fulltext:
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: FH-2479
    • Non-tandon: tidak ada
    • Tandon: 1
 Lihat Detail Induk
Abstract
Salah satu kasus dari pengetahuan tradisional dan ekspresi kebudayaan Indonesia yang diambil dan diklaim sebagai hak cipta oleh pihak asing adalah lagu Rasa Sayange, yang dijadikan sebagai iklan pariwisata Malaysia. Padahal lagu Rasa Sayange ini berasal dari Provinsi Maluku, yang merupakan ekspresi kebudayaan yang telah dinyanyikan bukan
hanya oleh suku asli maluku tetapi oleh semua suku di Indonesia sejak dulu, dan lagu ini jelas merupakan hasil dari proses pengetahuan tradisional dan telah menjadi suatu
ekspresi kebudayaan yang mendarah daging dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Dikatakan demikian karena hampir seluruh lapisan masyarakat dari berbagai usia, dari para orang tua sampai dengan anak – anak di seluruh Indonesia mengetahui lagu tersebut, Bahkan lagu tersebut telah diajarkan di setiap sekolah dasar di Indonesia sebagai lagu
atau kesenian daerah yang berasal dari Ambon.
Penulisan hukum ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi dari perlindungan yang diberikan oleh UU no 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta di dalam penerapannya pada lagu daerah sebagai Traditional Knowledge dan folklore. Tujuan lain dari penulisan ini adalah untuk mengetahui tindakan-tindakan atau langkah-langkah apa yang dapat diambil oleh pemerintah untuk melindungi dan mempertahankan serta melestarikan seni budaya Indonesia sebagai Traditional Knowledge dan folklore. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis mengangkat permasalahan dalam penulisan ini adalah untuk menilai apakah Undang – Undang no. 19 tahun 2002 tentang hak cipta dapat melindungi lagu daerah sebagai Traditional Knowledge dan folklore? Dan upaya apa yang dapat dilakukan pemerintah untuk mempertahankan, melestarikan serta
melindungi seni budaya sebagai Pengetahuan Tradisional ( Traditional Knowledge ) dan Ekspresi Kebudayaan (Folklore). Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode penelitian Juridis Normatif dan Juridis Sosiologis. Penulis menyimpulkan bahwa Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta,
dirasa kurang efektif dan efisien dalam melindungi aset budaya, baik dalam bentuk ekspresi kebudayaan maupun pengetahuanTradisional. Hal ini dikarenakan UUHC bersifat Individual dan tidak mempunyai pengaturan royalti yang pasti terhadap
pemanfaatan seni budaya, sehingga dibutuhkan suatu bentuk peraturan baru yang secara khusus dapat mengakomodir seluruh kepentingan tersebut.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.53125 second(s)