Anda belum login :: 09 Feb 2023 13:20 WIB
Detail
ArtikelSterilitas dan Obesitas pada Mencit Akibat Pemberian Monosodiun Glutamate (MSG) pada Masa Neonatorium  
Oleh: Budiarso, Iwan T. ; Sukardi, Frans ; Tjorkosapoetro, Roedyanto ; Pratama, Chandra S. ; Tirto, Sudiro ; Tanurahardja, Budana
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI
Dalam koleksi: Widya: Majalah Ilmiah vol. 6 no. 40 (Jan. 1989), page 52.
Topik: masa neonatorium; sterilitas dan obesitas; mencit; MSG
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: MM47.3
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelMonosodium Glutamate (MSG) atau vetsin sebagai bahan penyedap masakan di indonesia sudah tidak asing lagi bagi ibu rumah tangga, warung nasi dan rumah makan. Zat penyedap ini begitu populer sehingga tidaklah mengherankan bila banyak digunakan sebagai bahan penyedap untuk pembuatan berbagai jenis hidangan. Bahkan kerapkali cara pemakaiannya pun sudah berlebihan karena harganya sangat murah. MSG yang dahulunya dianggat aman, ternyata dewasa ini dipermasalahkan diantara pada sarjana kesehatan masyarakat, farmakolohi, toksikolog dan patolog, akibat laporan kejadian keracunan yang disebut chinese restaurant syndrome yang diberitakan oleh Ho pada tahun 1968. Sejak itu beratus-ratus laporan penelitian mengenai MSG datang dari berbagai negara. Laporan mengenai keracunan MSG bik yang terjadi secara spontan maupun eksperimentil pernah ditelaah dan dilaporkan oleh Budiarso pada tahun 1975. Di Indonesia penelitian toksikologi mengenai MSG boleh dikatakan sedikit sekali, kecuali beberapa laporan yang pernah diterbitkan oleh Budiarso dan kawan-kawan pada tahun 1974 dan 1980. Sumingin dan kawan-kawan serta Ridwan dan kawan-kawan. Laporan pertama oleh Budiarso dan kawan-kawan menyatakan bahwa MSG mengakibatkan penyakit piral (gout), pendarahan pada otak dan hati serta kerusakan ginjal pada anak ayam. Sedangkan laporan kedua mengenai penelitian pada embrio ayam yang diberi MSG menunjukkan kelainan kongenutak berupa ektopia kordis, gastroskisis, anoftalmia....
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.171875 second(s)