Anda belum login :: 29 May 2022 19:10 WIB
Detail
ArtikelIntra - Regional Investment in Indonesia  
Oleh: Thee, Kian-Wie
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: KELOLA Gadjah Mada University Business Review vol. III no. 7 (1994), page 25-46.
Topik: investment; regional; investment
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: KK11.1
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelHubungan ekonomi di antara sesama negara asia timur dan asia tenggara berkembang mantap selama beberapa tahun terakhir. Sejak pertengahan dasawarsa 1980 - an, negara - negara di kawasan itu satu sama lain menjadi pasar utama bagi ekspor mereka, menggeser kedudukan amerika serikat. Pehiasan perdagangan intra - asia ini tidak hanya terbatas dalam skema antara jepang di satu sisi dengan negara-negara industri baru (NIB) asia dan negara - negara ASEAN di lain pihak, melainkan juga di antara sesama NIB asia serta anatara NIB asia dan ASEAN. Kenaikan pesat perdagangan intra - asia diiringi pula dengan peningkatan yang setara dalam hal investasi asing langsung. Jepang dan NIB asia (terutama korea selatan dan taiwan) telah menjadi sumber investasi asing langsung yang utama bagi negara - negara ASEAN. Kemantapan hubungan dagang dan investasi ini kian mengentalkan integrasi ekonomi regional di kalangan negara - negara id kawasan tersebut. Indonesia pun turut menikmati manfaatnya. Serangkaian paket deregulasi ekonomi yang diluncurkan pleh pemerintah indonesia, guna menggalakan perdagangan luar negeri dan tertarik investasi asing, cukup membuahkan hasil. Namun demikian, paket - paket deregulasi yang telah diluncurkan itu masih belum mencerminkan perubahan kebijakan yang mendasar. Deregulasi - deregulasi itu baru sekedar (lebih merupakan) tanggapan pragmatis yang situasional. Sementara itu tanpa mengecilkan arti efektivitas paket - paket deregulasi tadi, tak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan indonesia menarik investasi asing langsung dari NIB Asia sebagian adalah kaerna adanya semacam chinese connection. Dilihat dari sifat, investasi asing langsung di ndonesia mengalami pergeseran dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dengan perubahan arah industrialisasi dari substitusi impor ke promosi ekspor, investasi - investasi asing langsung yang masuk kini semakin bersifat padat modal dan lanjut teknologi.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)