Anda belum login :: 29 May 2024 13:45 WIB
Detail
ArtikelSubstitusi Pakan Ternak Unggas  
Oleh: Hasmini, M.K.
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI
Dalam koleksi: Widya: Majalah Ilmiah vol. 4 no. 28 (Nov. 1987), page 25.
Topik: substitusi pakan; ternak unggas
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: MM47.1
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelMenurut neraca bahan makanan 1984, konsumsi daging di indonesia baru mencapai 3,43 kg per kapita dan telur 1,65 kg per kapita. Tingkat konsumsi daging berarti baru mencapai 67% dari norma gizi yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu 6 kg per kapita. Sedangkan konsumsi telur lebih rendah lagi yaitu baru mencapai 41% dari norma gizi yang dicanangkan pemerintah yaitu 4 kg per kapita. Pada akhir pelita IV pemerintah mentargetkan konsumsi daging mencapai sekitar 86% dari norma gizi 6 kg dan konsumsi telur mencapai sekitar 51% dari norma gizi 4 kg. Untuk memenuhi target tersebut sektor perunggasan memegang peranan penting, karena sektor ini menyumbang sekitar 25% dari konsumsi daging, sisanya 75% disumbang oleh daging ternak besar seperti sapi dan ternak kecil seperti kambing. Sesuai dengan asalnya telur, sektor perunggasan menyumbang utuh bagi konsumsi telur. Pada tahun 1984 konsumsi daging unggas mencapai 0.87kg per kapita yang berasal dari ayam kampung 0.54 kg, ayam ras 0.30 kg dan itik 0.03 kg. Konsumsi telur pada tahun yang sama mencapai 1.65 kg per kapita yang berasal dari ayam ras sebesar 1.14 kg, itik 0.33 kg, dan ayam kampung sebesar 0.18 kg. Apabila dalam konsumsi daging unggas peranan ayam kampung yang menonjol yaitu mencapai 62% ....
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)