Anda belum login :: 16 Jun 2024 07:11 WIB
Detail
ArtikelSikap bahasa sebagai cerminan identitas bangsa dalam masyarakat pariwisata di pesisir Pantai Santolo  
Oleh: Nurhasanah, Santi ; Fasya, Mahmud ; Hartini, Soni ; Sitaresmi, Nunung
Jenis: Article from Proceeding
Dalam koleksi: KOLITA 16: Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Keenam Belas Tingkat Internasional, page 436-440.
Topik: Language attitude; language accommodation; national identity; tourism society
Fulltext: 436-440 Santi Nurhasanah, Mahmud Fasya, Soni Hartini, Nunung Sitaresmi.pdf (285.67KB)
Isi artikelPeristiwa kebahasaan terjadi akibat adanya kontak bahasa yang salah satunya memungkinkan terjadinya masyarakat multilingual. Salah satu contoh masyarakat multilingual adalah masyarakat yang hidup di sekitar Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Di sana terdapat berbagai etnis, di antaranya etnis Sunda, Jawa, dan Padang. Walau pun terdiri atas berbagai etnis yang berbeda, tetapi mereka dapat bermasyarakat dengan rukun dan damai. Hal ini tidak menyebabkan situasi harmoni mereka terganggu.Sebaliknya, mereka lebih mentolerir perbedaan yang ada dalam masyarakat tersebut. Selain itu, mereka pun belajar memahami bahasa dan budaya dari masing-masing etnis.Sementara itu, situasi harmoni tersebut bisa saja berubah ketika masyarakatnya tidak memegang teguh prinsip harmoni sosial khususnya dalam praktik penggunaan bahasa ketika berkomunikasi. Masyarakat di sana menggunakan bahasa standar yaitu bahasa Sunda, tetapi bahasa tersebut bukanlah satu-satunya bahasa yang hidup di sana. Mengingat kawasan ini adalah kawasan pariwisata, masyarakat setempat perlu menguasai bahasa Indonesia untuk mengakomodasi wisatawan domestik yang tidak menguasai bahasa Sunda. Merujuk pada pemaparan tersebut, topic penelitian ini adalah sikap bahasa yang tercermin dalam praktik penggunaan bahasa di masyarakat Pantai Santolo ketika berinteraksi dengan wisatawan. Masyarakat di sana mengakomodasi bahasa untuk berbagai kepentingan, seperti mengurangi jarak antara penutur dan mitra tutur agar terjalin komunikasi yang baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap bahasa yang tercermin dalam praktik penggunaan bahasa. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah mendeskripsikan akomodasi bahasa dan sikap bahasa masyarakat di pesisir Pantai Santolo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Pantai Santolo pada umumnya memiliki sikap bahasa yang positif ketika berinteraksi dengan masyarakat luar. Sikap bahasa ini merupakan cerminan identitas bangsa yang menjaga keharmonisan dengan memegang prinsip “kuasai bahasa asing, utamakan bahasa Indonesia, dan lestarikan bahasa daerah”.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)