Anda belum login :: 26 May 2024 21:48 WIB
Detail
ArtikelGambaran perbedaan dominasi dimensi gaya komunikasi orangtua individu autisme pada masa anak dan remaja (studi pada orangtua dari penyandang autisme)  
Oleh: Prasetiyo, Yoanes Ari ; Handayani, Penny
Jenis: Article from Proceeding
Dalam koleksi: KOLITA 17: Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Ketujuh Belas Tingkat Internasional, page 528-533.
Topik: Dimensi gaya komunikasi; orangtua; autisme
Fulltext: 528-533.Yoanes Ari Prasetiyo, Penny Handayani.pdf (280.86KB)
Ketersediaan
  • Perpustakaan PKBB
    • Nomor Panggil: 406 KLA 17
    • Non-tandon: tidak ada
    • Tandon: 1
 Lihat Detail Induk
Isi artikelGangguan autisme merupakan gangguan dalam interaksi sosial dan komunikasi serta pembatasan pola perilaku, minat, dan aktivitas yang berulang. Keterbatasan berkomunikasi menjadi hambatan tersendiri bagi penyandang autisme untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Keterbatasan yang dimiliki oleh anak autisme dalam berkomunikasi dapat menghambat untuk menyampaikan sesuatu yang diinginkan. Pada dasarnya komunikasi dapat menumbuhkan perasaan tertentu, menyampaikan pikiran, mengubah sikap perilaku dan perbuatan. Oleh karenanya, perkembangan komunikasi anak dengan autisme membutuhkan dukungan dari lingkungan sosial, terutama orangtua yang merupakan lingkungan mikrosistem anak. Selain itu, hambatan yang dimiliki juga dapat mempengaruhi bagaimana orangtua dapat memahami remaja autis. Hal ini yang melatarbelakangi perlunya gaya komunikasi yang efektif dari orangtua untuk dapat berkomunikasi dengan remaja autisme. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, melalui wawancara semistruktur yang dibuat berdasarkan indicator teori dimensi gaya komunikasi mengenai gaya komunikasi yang efektif. Gaya komunikasi efektif memiliki beberapa dimensi didalamnya; preciseness, reflectiveness, expressiveness, supportiveness, emotionality, niceness, dan threateningness. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan mendeskripsikan gambaran dominasi dimensi gaya komunikasi orangtua kepada remaja autisme. Oleh karenanya wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran mendalam mengenai perbedaan dominasi dimensi gaya komunikasi yang dilakukan oleh orangtua yang memiliki remaja autisme. Keempat partisipan merupakan dua pasang orangtua (ayah dan ibu) yang memiliki anak remaja autisme. Data triangulasi diperoleh melalui wawancara significant other para partisipan, yaitu adik kandung partisipan dan terapis dari anak partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseluruhan partisipan memunculkan perbedaan dominasi dimensi gaya komunikasi untuk dapat memahami anaknya yang telah memasuki masa remaja. Pada penelitian ini dimensi gaya komunikasi yang dominan pada masa remaja adalah expressiveness, supportiveness, dan emotionality, sedangkan pada masa kanak-kanak adalah preciseness, supportiveness, dan niceness. Komunikasi pada kedua partisipan memunculkan bahwa dominan komunikasi yang dilakukan antar partisipan ialah oleh ibu dari remaja tersebut. Hal ini dikarenakan kesibukan sang ayah dari kedua remaja tersebut yang mengharuskan mereka pulang di malam hari. Namun para ayah tampak tetap berusaha memahami anak mereka dengan berbagai cara, baik sesuai berdasarkan teori maupun data yang diperoleh peneliti.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)