Anda belum login :: 16 Nov 2018 21:41 WIB
Detail
ArtikelTerorisme dan Nihilisme  
Oleh: Riyanto, Armada
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI - atma jaya
Dalam koleksi: Respons: Jurnal Etika Sosial vol. 8 no. 1 (Jun. 2003), page 3-12.
Topik: TERORISME; Terorisme; Nihilisme
Fulltext: Armada Riyanto CM.pdf (570.56KB)
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: RR11.3
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
  • Perpustakaan PKPM
    • Nomor Panggil: R20
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelTerorisme bukanlah hanya sebuah wacana atau paham tetapi sebuah tindakan, aksi, dan gerakan yang benar-benar terorganisir secara rapi, yang dapat menghancurkan-leburkan kehidupan manusia. Sementara itu para pelaku teror adalah orang-orang yang, dalam anggapan kebanyakan orang, adalah para psikopat, tetapi psikopat yang kreatif. Merekajuga adalah orang-orang yang teguh memegang pnnsip danjitu dalam mencapai tujuan-tujuannya. Tindakan-tindakan para teroris ini benar-benar radikal, tanpa kompromi, dan begitu menakutkan karena perbuatan menghancurkan kehidupan orang lain itu dilandaskan pada suatu cara berpikir dan filosofi yang tidak biasa. Tidak biasa, begitu menurut penilaian orang biasa seperti kita, karena membunuh orang lain dalam sebuah aksi teror adalah sebuah bentuk hukuman. Hukuman itu diberikan karena adanya kejahatan. Predikat jahat atau maksiat itu dapatdikenakan pada orang atau pada tempat (cafe, dan tempat-tempat hiburan malam pada umumnya). Jadi membunuh orang atau menghancurkan tempat-tempat hiburan dalam paaandangan terons adalah sebuah tindakan yang bukan hanya dibenarkan tetapi juga terpuji. Teoris seolah-olah menjadi pejuang kebenaran dan penegak keadilan sekalipun dengan memakan korban seperti kematian orang lain. Mereka seolah-olah mengejar kematian demi mencapai sesuatu yang lain. ltulah nihilisme dalam aksi terorisme. Karena dalam kematian itu seolah-olah mereka menemukan makna dari perbuatannya, sementara kehidupan adalah suatu yang dianggap fana.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.0312496 second(s)