Anda belum login :: 11 Aug 2022 12:54 WIB
Detail
ArtikelPerbandingan Stabilitas Fisis Sediaan Nanoemulsi Minyak Biji Delima dengan Fase Minyak Long-Chain Triglyceride dan Medium-Chain Triglyceride  
Oleh: Yuliani, Sri Hartati ; Hartini, Medaliana ; Stephanie ; Pudyastuti, Bety ; Istyastono, Enade Perdana
Jenis: Article from Journal - ilmiah internasional - tidak terdaftar di DIKTI
Dalam koleksi: Majalah Obat Tradisional vol. 21 no. 02 (May 2016), page 93-98.
Topik: Nanoemulsi; Minyak Biji Delima; MCT; LCT
Fulltext: M01 v21 n2 p93 kelik2017.pdf (630.75KB)
Ketersediaan
  • Perpustakaan FK
    • Nomor Panggil: M01.K
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelMinyak biji delima mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, antiinflamasi bahkan sebagai antikanker. Sifat minyak biji delima yang lipofil membuatnya cocok dibuat bentuk sediaan emulsi. Minyak rantai panjang (long-chain triglyceride/LCT) banyak digunakan sebagai fase minyak demikian pula minyak rantai sedang. Industri farmasi lebih banyak menggunakan minyak rantai sedang (Medium-chain Triglyceride/MCT). Penelitian yang disajikan dalam artikel ini membandingkan penggunaan LCT dan MCT sebagai fase minyak terhadap sifat dan stabilitas fisis sediaan nanoemulsi minyak biji delima (NMBD). Pembuatan sediaan nanoemulsi minyak biji delima dilakukan dengan metode emulsifikasi energi tinggi dengan surfaktan kombinasi Tween 80-Span 80 dan Tween 80-PEG 400. Nanoemulsi minyak biji delima yang dihasilkan kemudian diuji pH, tipe nanoemulsi, persen transmitan, viskositas, turbiditas dan ukuran droplet sebelum dan setelah 3 siklus freeze-thaw. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada sifat fisis sediaan nanoemulsi minyak buah delima (NMBD) dengan fase minyak LCT dan MCT. Stabilitas fisis NMBD dengan fase minyak LCT lebih baik dibanding NMBD dengan fase minyak MCT.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)