Anda belum login :: 02 Oct 2022 11:17 WIB
Detail
Artikel Isu-Isu Kependudukan Periode Juli-September 2011  
Oleh: Asmanedi
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Warta Demografi vol. 41 no. 03 (2011), page 1-7.
Topik: KB; kemiskinan; AKI dan AKB; urbanisasi; kependudukan; gender; swadaya; kesehatan
Ketersediaan
  • Perpustakaan PKPM
    • Nomor Panggil: W5
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelIsu-isu kependudukan penting yang muncul dalam pemberitaan media massa pada periode bulan Juli-September 2011 adalah sebagai berikut. Di bidang keluarga berencana (KB), issu tentang pentingnya revitalisasi program KB masih mengemuka. Kemudian tentang masih tingginya AKB dan AKI, terutama di wilayah NTT. Hal ini ditengarai terutama disebabkan oleh rendahnya posisi perempuan dalam relasi kuasa antara istri dan suami serta keluarga besarnya. Dibidang urbanisasi, ada kencenderungan wilayah-wilayah penyangga kota-kota besar, seperti Bekasi dan Depok untuk DKI Jakarta, menjadi sasaran urbanisasi. Tingginya tingkat urbanisasi ini merupakan cermin dari ketimpangan pertumbuhan ekonomi antara daerah pusat dengan daerah. Dalam hal kemiskinan, pemerintah bertekad untuk meningkatkan alokasi anggaran dalam penanggulangan kemiskinan atau pemberdayaan masyarakat. Dibidang sumber daya manusia, issu penting yang muncul adalah masih banyaknya penduduk penderita buta aksara dan kebanyakan dari mereka adalah perempuan. Masalah masih banyaknya pekerja anak juga menjadi sorotan dalam pemberitaan media massa. Dibidang kesehatan, ada kecenderungan penderita HIV menurun dari tahun ke tahun. Namun ada gejala yang mengkhawatirkan yaitu meningkatnya penderita HIV di kalangan perempuan. Dan terakhir, bahwa penduduk dunia sudah berjumlah 7 miliar orang yang perlu diantisipasi dengan tehnologi khususnya di bidang pangan maupun manajemen kependudukan. Tanggal 23 Juli adalah hari anak, dimana kita diingatkan bahwasanya anak memiliki hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang. Tentang gender, bahwa program Pengarusutamaan gender (PUG) di Indonesia belum menjadi perhatian pemerintah daerah, hal ini terlihat dari pengalokasian anggaran yang sangat kecil oleh pemerintah daerah untuk program tersebut.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)