Anda belum login :: 11 Aug 2022 00:07 WIB
Detail
ArtikelGreen Open Space Pada Kawasan Pusat Kota Upaya Mewujudkan Green Urban Area Studi Kasus: Kawasan Simpanglima Semarang  
Oleh: Mulyani, Tri Hesti ; Gandhi, B. Pat Ristara
Jenis: Article from Proceeding
Dalam koleksi: Proceedings Seminar Nasional Riset dan Teknologi Terapan (Ritektra) ke-4: Rekayasa dan inovasi teknologi untuk peningkatan kualitas hidup bangsa di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 17 September 2014, page 307-312.
Topik: green urban area; kota berkelanjutan; biotope interconnection
Fulltext: Prosiding RITEKTRA 2014 p59.pdf (1.58MB)
Isi artikelPerkembangan kota di negara-negara berkembang masih diikuti dengan akibat-akibat yang kurang menguntungkan bagi lingkungan yaitu merosotnya kalitas lingkungan. Untuk menjamin keberlangsungan kehidupan dibumi ini, maka kemerosotan kualitas lingkungan harus dicegah atau dikurangi. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi hal tersebut adalah dengan menerapkan delapan atribut kota hijau yaitu: green planning and design, green openspace, green waste, green transportation, green water, green energy, green building, green community. Penerapan delapan atribut tersebut pada wilayah-wilayah kota akan mewujudkan terjadinya green urban area yang pada akhirnya dapat mewujudkan kota berkelanjutan. Kawasan Simpanglima sebagai bagian dari BWK-I (Bagian Wilayah Kota- I) diarahkan bahwa keberadaan ruang terbuka dikembangkan agar dapat berfungsi sebagai peneduh, paru-paru kota, fasilitas olahraga, rekreasi dan taman bermain. Penerapan green open space pada kawasan tersebut belum optimal terutama pada ruang terbuka privat yang dimiliki oleh pertokoan dan pada ruang terbuka yang berfungsi sebagai jaringan penghubung (biotope interconnection)
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.09375 second(s)