Anda belum login :: 02 Oct 2022 10:10 WIB
Detail
ArtikelBangsa Mandiri  
Oleh: Gunadi, Hidayat
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Gatra vol. 20 no. 41 (Aug. 2014), page 12-13.
Topik: Bangsa Mandiri; Kemerdekaan Indonesia; Pidato Soekarno
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: GG5
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelBuah pikir yang mengendap sejak usia belia itu membuncah ketika berpidato dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-19, pada 17 Agustus 1964. Presiden Republik Indionesia, si empunya buah pikir, mengemas orasi itu dengan judul "vivere Pericoloso", sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang berarti "Hidup Secara bahaya". Dengan gaya bicara berapi-api dan suara serak nan membakar semangat, yang didengarkan oleh jutaan pasang telinga rakyat Indonesia lewat radio transistor, "singa podium" itu menyodorkan tiga pemikiran yang diyakini dapat mengentaskan Indonesia menjadi bangsa besar yang mandiri. "Kuformulasikan Trisakti, berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan," katanya dengan intonasi tinggi yang terjaga.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)