Anda belum login :: 23 Apr 2024 17:12 WIB
Detail
ArtikelKesurupan, Fenomena Budaya, atau Gangguan Jiwa  
Oleh: Andri,
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional
Dalam koleksi: MEDIKA: Jurnal Kedokteran Indonesia vol. 34 no. 10 (Oct. 2008), page 688.
Topik: kesurupan; kesurupan; trans; gangguan jiwa; ppdgj III; DSM IV
Ketersediaan
  • Perpustakaan FK
    • Nomor Panggil: M40.K.03
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelMasyarakat barat memandang kesurupan sebagai bentuk drama atau pelepasan dari ego individual. Kesurupan merupakan fenomena sosial yang terdapat di Masyarakat Indonesia. Kesurupan (possesion trance) adalah ketika seseorang mengalami perubahan kesadaran dan perasaan yang diambil alih oleh kekuatan, roh, atau dewa sehingga pikiran dan badannya terambil alih oleh kekuatan tersebut. Sedangkan, trans adalah kontak langsung dengan arwah-arwah, di mana individu secara aktif melakukan kontak arwah tersebut, dengan tujuan untuk mendapatkan kekuatan. Menurut Bourgignon, kesurupan dibagi menjadi dua, yaitu sukarela dan tidak. Dalam DSM IV, kesurupan termasuk dalam Dissociative Disorder Not Otherwise Specified. Penyebab kesurupan kadang dipicu oleh traum atau stres yang dialami penderita. Dalam budaya kita, terkadang hal ini merupakan bentuk ritual upacara keagamaan atau budaya yang tidak sama dengan gangguan mental. Diagnosis klinik ditegakkan dengan berpedoman pada PPDGJ III ataupun DSM IV-TR. Penatalaksanaan untuk fenomena kesurupan tidak saja melibatkan tenaga medis seperti psikiater, tetapi juga pemuka adat atau agama setempat karena hasilnya akan lebih baik.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)