Anda belum login :: 11 Jul 2014 21:54 WIB
Detail
ArtikelMemahami Kebenaran Ilmu: Relative dan Tentative  
Oleh: Suradika, Agus
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI
Dalam koleksi: Widya: Majalah Ilmiah vol. 7 no. 55 (Apr. 1990), page 33.
Topik: Kebenaran Ilmu; Relative; Tentative
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat
    • Nomor Panggil: MM47.4
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelKalau saja Einstein tidak menemukan teori relativitasnya barangkali kita masih percaya bahwa kebenaran ilmu adalah pasti, padahal ilmu itu bersifat relative. Dahulu orang masih beranggapan bahwa 2 + 2 pasti sama dengan empat. Jawaban tersebut bukan salah, tetapi tidak pasti, sebab jika kita mengikuti pemikiran Einstein maka jawaban tersebut bisa sama dengan 0,4 : 0,04 : atau 0,004 tergantung ukuran mana yang digunakan. Kalau saja Phytagoras tidak menyatakan dan membuktikan secara tentative kebenaran bahwa bumi ini bulat barangkali orang masih percaya bahwa bumi ini datar menghempar tanpa ujung. Dan kalau saja Galileo Galilei dan Nicholas Copernicus tidak berhasil meyakinkan Pihak gereja bahwa bumi ini mengelilingi matahari barangkali orang masih percaya bahwa matahari mengelilingi bumi. Dalam zaman dimana ilmu dan teknologi berkembang demikian pesat melampaui lajunya perkembangan pemikiran agama, ada pertanyaan mendasar yang harus dicoba untuk dicari jawabannya : Apakah cukup hanya dengan ilmu manusia dapat menjawab seluruh masalah yang melingkari kehidupan ini, dan sejauh mana tingkat kebenaran dari ilmu itu sendiri. Hal itu perlu ktia lakukan agar kita tidak terjerat ke dalam kenisbian pemikiran kita sendiri.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.0156252 second(s)