Anda belum login :: 17 Aug 2022 21:29 WIB
Detail
ArtikelSurabaya oh Surabaya  
Oleh: Mohammad, Herry
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Gatra vol. 21 no. 10 (Jan. 2015), page 47-56.
Topik: Hotel Majapahit; bangunan Cina; kampung Arab; Botoputih; Gedung Nahdlatul Ulama; House of Sampoerna; Surabaya Heritage Track
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: GG5
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelAwalnya Surabaya merupakan perkampungan yang tak seberapa luasnya di zaman kolonial, dikelilingi pagar tembok dan parit pembatas. Di abad ke-17 Masehi. Letaknya berbatasan dengan sungai atau kali surabaya yang saat itu dikenal dengan Kalimas. sungai dimanapun disaman kolonial merupakan infrastruktur transportasi yang paling diminati dan menjadi pilihan sebagai pusat perdagangan. Begitu penting fungsi sungai kala itu sebagai "pintu gerbang" masuknya peradaban maupun geliat ekonomi perdangangan pada zamannya. Fase pertama pembangunan kota di abad ke-18 itu taklain di wilayah mendekati pelabuhan. Namun pembangunannya masih berkarakter militer, karena VOC pertama kali masuk Surabaya juga membawa pasukan perangnya. Hal inilah yang menjadikan karakter wilayah bagian timur Surabaya saat itu masih berkarakter pertahanan. Seiring dengan penduduk semakin bertambah dari berbagai berbagai etnis dalam kepentingan ekonomi perdagangan. lambat laun membutuhkan banyak sekali hunian "saat itu munculah konsep rumah dan took atau loji yang menyatukan kegiatan usaha dengan hunian dijadikan satu. Dengan begitu, gaya arsitekturnya beragam pula, untuk orang eropa memiliki kekhasan tersendiri, begitu pula dengan orang tionghoa yang membangun rumahnya dengan berbagai akulturasi gaya Eropa dengan kombinasi gaya Cina sendiri.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)