Anda belum login :: 17 Aug 2022 20:09 WIB
Detail
ArtikelTeater Tanpa Danarto  
Oleh: Sulistiyo, Bambang
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Gatra vol. 21 no. 10 (Jan. 2015), page 36-38.
Topik: Tokoh Teater; Teater tanpa penonton; Federasi Teater Indonesia; pekerja teater
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: GG5
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelDanarto tidak menyukai al-jabar. Karena itulah, anak Djakio Hardjasoewarno, mandor tukang besi di Pabrik Gula Modjo, sragen, Jawa Tengah, tersebut tidak punya reputasi bagus soal sekolah. Dua kali tinggal kelas di sekolah rakyat, satu kali tidak lulus ujian akhir SMP. Satu-satunya pendidikan formal yang memberikan ketenangan adalah Akdemi seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Pria kelahiran Sragen, 27 Juni 1940, itu dikenal luas sebagai sastrawan dan pelukis. Diluar itu, masih ada kontribusi Danarto untuk dunia kesenian yang kurang banyak diperbincangkan secara luas, Yaitu atributnya sebgai teaterawan. Perjalanan sejarah teater Indonesia telah mengenal Danarto sebagai sosok pekerja teater dengan kemampuan komplet. Ia pernah terlibat sebagai aktor, penata artistik, penulis naskah, sutradara pertunjukan teater.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)