Anda belum login :: 04 Dec 2022 21:22 WIB
Detail
ArtikelEVALUASI KONDISI LINGKUNGAN KERJA PADA BAGIAN PROSES PENGECORAN DI INDUSTRI KERAJINAN COR ALUMUNIUM “ED” JOGJAKARTA  
Oleh: Oesman, Titin Isna
Jenis: Article from Proceeding
Dalam koleksi: Prosiding Seminar Nasional Teknologi Industri (SNTI) ke-IV: Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan untuk Penguatan Daya Saing Industri di Jakarta, 4-5 Juni 2014 - Buku II, page 128: 1-6.
Topik: kondisi lingkungan; mikroklimat; tingkat kebisingan dan intensitas cahaya
Fulltext: 128 1-6.pdf (193.16KB)
Isi artikelmemasak (kebutuhan regional) dan velg sepeda motor (ekspor). Permintaan pasar dari waktu ke waktu mengalami peningkatan maka pihak perusahaan berusaha memenuhi hal tersebut dengan menjaga kualitas produk. Hal ini harus didukung oleh beberapa faktor antara lain operator, fasilitas kerja dan lingkungan kerja. Proses produksi pada industri kerajinan cor alumunium dikerjakan secara manual dan diawali proses peleburan alumunium dengan suhu (650-700)°C dan dilanjutkan proses penuangan pada cetakan secara berulang-ulang (repetitive). Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya tekanan panas dan mempunyai dampak kesehatan bagi operator akibat dari pajanan panas apabila tidak dikelola dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan kerja pada bagian proses pengecoran di industri kerajinan cor alumunium “ED” Jogjakarta. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi temperatur pada bagian proses pengecoran dan penuangan di industri kerajinan cor alumunium “ED” Jogjakarta masuk kategori tinggi sebesar (34,3-36,5)0 Kata kunci: kondisi lingkungan, mikroklimat, tingkat kebisingan dan intensitas cahaya C dan kelembaban udara (Rh)=63%. Kondisi masih perlu dicermati karena paparan panas berlebihan menyebabkan terjadinya kehilangan berat badan, energi yang dikeluarkan lebih besar, cepat lelah menyebabkan operator bekerja kurang produktif. Kondisi tingkat kebisingan pada bagian proses pengecoran dan penuangan di industri kerajinan cor alumunium “ED” Jogjakarta masuk kategori tinggi (96,6 dBA) dan berbahaya (dapat berakibat terjadinya kurang pendengaran/hearing-loss). Kondisi ini dapat diantisipasi dengan pemakai ear-plug sedangkan kondisi intensitas pencahayaan pada bagian proses pengecoran dan penuangan di industri kerajinan cor alumunium “ED” Jogjakarta masuk kategori baik (413 – 738 lux).
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0 second(s)