Anda belum login :: 04 Jul 2022 20:13 WIB
Detail
ArtikelMencari Keseimbangan Bersama Cina  
Oleh: Agustinus, Michael
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Gatra vol. 20 no. 48 (Oct. 2014), page 38-39.
Topik: Produk berteknologi tinggi; defisit; pertumbuhan ekonomi; ekonomi kreatif; furniture;
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: GG5
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelWalau nilai perdagangan dengan Cina mengalami kenaikan, Indonesia juga menanggung defisit yang kian besar. Promosi gensar ke luar negeri hanya satu solusi. Industri di dalam negeri perlu dikuatkan. Frekuensi perdagangan antara Indonesia dan Cina dalam beberapa tahun belakangan memang makin kerap. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasioanal Kementerian Perdagngan, Nuzulia Ishak, memaparkan bahwa nilai perdagangan kedua negara terus melonjak sejak 2009 hingga 2013, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 19%. Namun, tern pertumbuhan perdagangan ini juga dibarengi dengan terus meningkatnya difisit yang dialami Indonesia. Dari situ disimpulkan bahwa selama ini, barang Indonesia yang dijual ke Cina masih kurang bernilai tambah, tidak sebanding dengan produk yang dijual negara itu ke Indonesia. Karena itu, sudah seharusnya Indonesia seharusnya Indonesia lebih banyak mengekspor barang-barang bernilai tambah, terutamaproduk-produk berteknologi tinggi, agar defisit neraca perdagangan dari cina dapat ditekan.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.0156259 second(s)