Anda belum login :: 02 Jul 2022 09:31 WIB
Detail
ArtikelDiplomasi Soft Power Indonesia-Polandia Melalui Pengajaran Bahasa dan Budaya Indonesia  
Oleh: Darmayanti, Nani
Jenis: Article from Proceeding
Dalam koleksi: KOLITA 11: Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya Kesebelas, Jakarta,1-2 Mei 2013, page 429-432.
Topik: diplomasi Soft Power; pengajaran; bahasa; budaya; BIPA
Fulltext: DIPLOMASI SOFT POWER.pdf (644.84KB)
Ketersediaan
  • Perpustakaan PKBB
    • Nomor Panggil: 406 KLA 11
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: 1
    Lihat Detail Induk
Isi artikelBahasa adalah salah satu kunci utama dalam membuka pintu pengetahuan dan pemahaman suatu budaya. Demikian pula halnya pemahaman mengenai budaya dan negara Indonesia oleh pihak luar dapat diawali dengan penanaman benih-benih ilmu mengenai bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional. Salah satu negara yang mengajarkan bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakatnya adalah Polandia. Dari tahun ke tahun peminat bahasa Indonesia semakin meningkat. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan penelitian mengenai pengajaran bahasa Indonesia di Polandia dalam upaya menduniakan bahasa Indonesia dan menjadikan pengajaran bahasa dan budaya sebagai salah satu media diplomasi soft power Indonesia dengan Polandia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) bagaimana proses pengajaran, (2) bagaimana motivasi pembelajar, dan (3) bagaimana hambatan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hasil menelitian menunjukkan (1) pengajaran bahasa Indonesia dilakukan di enam universitas yang ada di Polandia dengan jumlah peserta 157 orang.. Selain materi yang mencakup kemahiran berbahasa, siswa juga senantiasa disuguhi materi mengenai kekayaan alam dan budaya Indonesia. (2) motivasi yang dimiliki oleh para siswa sangat baik yang ditunjukkan dari data kehadiran siswa. Selain itu, umumnya siswa mempelajari bahasa Indonesia karena dilatarbelakangi berbagai alasan, seperti perkunjung ke Indonesia, akan perlibur ke Indonesia, memiliki bisnis di Indonesia, menikah dengan orang Indonesia, dll. (3) Hambatan yang dihadapi belum adanya buku ajar yang ideal terutama yang bersifat audio visual mengenai pengajaran bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)