Anda belum login :: 01 Jul 2022 00:10 WIB
Detail
ArtikelProses Legitimisasi 'Hmt' di Pengadilan Tipikor Amarta  
Oleh: Asmara, Teddy
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - terakreditasi DIKTI
Dalam koleksi: Jurnal Dinamika Hukum vol. 12 no. 3 (Sep. 2012), page 380-394.
Topik: legitimation of defendant should be penalised; meaning of corruption cases; psycho-cultural cognition.
Fulltext: 1(1).pdf (401.29KB)
Isi artikelStudi ini menjelaskan proses enkulturasi anti-korupsi yang dalam dinamikanya berubah menjadi legitimasi harus menghukum terdakwa. Dengan pendekatan studi kasus etnografi, penelitian difokuskan kepada cara hakim memaknai tindak pidana korupsi dan cara merespon legitimasi harus menghukum terdakwa dalam konteks pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim bereaksi dalam dua cara penalaran, pertama, mereka menafsirkannya sebagai intervensi atau intimidasi yang mengancam identitas diri. Kedua, membuka catatan pengalamannya tentang relasi kasus korupsi dan politik, atau tidak setransparan kasus lainnya. Secara teknis, relasi konseptual antara dua penalaran tersebut merupakan kognisi psiko-kultural sebagaimana merefleksi sempurna pada pekerjaan mereka, terstruktur dari pemeriksaan sampai keputusan. Dengan kata lain, putusan terdakwa tidak bersalah merupakan simbol mempertahankan identitas diri dan penolakan atas legitimasi terdakwa harus dihukum
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)