Anda belum login :: 12 Aug 2022 12:57 WIB
Detail
ArtikelAnalisa Politik, Konflik Sosial yang mencancam Integrasi Nasional  
Oleh: Santoso, Amir
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Telstra no. 59 (1999), page 24-29.
Topik: Sistem Politik; Politics System; Sistem Pemerintahan; Govenrment System; Kebijakan Politik; Politics Policy; Kohesivitas Sosial; Social Cohesive-ness; Otoritas Pemerintahan; Government Territory; Konflik Sosiaol; Conflict Social
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: TT18
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelBangsa Indonesia adalah sebuah bangsa yang heterogen, dan saat ini sedang menghadapi konflik sosial yang sangat parah di Samabar, juga di Maluku dan menghadapi ancaman separatisme di Aceh dan Riau. Ada empat faktor yang harus ada dalam suatu bangsa yang heterogen apabila konflik yang parah dan disintegrasi nasional ingin dicegah. Pertama, sistem politik dan sistem pemerintahan yang legitimate. Kedua, adanya kepemimpinan nasional, atau pemerintah pusat yang kuat. Ketiga, adanya satu suku atau satu ras, atau satu agama yang dominan secara budaya dan politis dalam masyarakat tersebut. Keempat, adanya kohesivitas sosial. Kelima, otonomi daerah yang luas. Konflik sosial di beberapa daerah di Indonesia dan suburnya separatisme timbul karena Indonesia belum memiliki sistem politik yang legitimate, tidak memiliki kepemimpinan nasional yang kuat dan berwibawa, tidak memiliki satu suku, satu agama, atau satu ras yang dominan, belum ada kohesivitas sosial akibat gagalnya proses nation building, dan belum terlaksananya otonomi daerah yang luas.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)