Anda belum login :: 01 Feb 2023 16:55 WIB
Detail
ArtikelSURVEI KEBUTAAN DAN MORBIDITAS MATA 01 JAWA BARAT 2005  
Oleh: Sirlan, Farida ; Agustian, Dwi ; Rifada, Maula
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - terakreditasi DIKTI - non-atma jaya
Dalam koleksi: Majalah Kedokteran Bandung (Bandung Medical Journal) vol. 39 no. 3 (2007), page 96-101.
Topik: Kebutaan; morbiditas; survei masyarakat di Jawa Barat
Ketersediaan
  • Perpustakaan FK
    • Nomor Panggil: M54.K
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelImplementasi Rencana Strategis Nasional Pencegahan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan tahun 2003 memerlukan data akurat berbasis komunitas. Tujuan survei kebutaan dan morbiditas mata di Jawa Barat 2005 ini untuk mengetahui prevalensi kebutaan dan morbiditas mata di Jawa Barat. Penelitian ini merupakan potong silang dengan survai berbasis komunitas pengambilan sampel menggunakan multi-stage cluster sampling melalui kuesioner, wawancara, dan anamesis. Hasil survei menunjukkan prevalensi kebutaan 3,6%; gangguan penglihatan sedang 7,0%; gangguan penglihatan berat 7,8%. Distribusi penyebab kebutaan (n=151) sebagai berikut: lensa: 80,6%; retina: 5,5 %; kornea: 5,5%; neuropati optik: 2,8%; kelainan refraksi: 2,8%, ptisis bulbi: 2,8%. Prevalensi kebutaan menurut usia: 40-49 tahun: 1,46%; 50-59 tahun: 1,23%; 60-69 tahun: 5,60%; ~70 tahun: 12,50%, Prevalensi kebutaan menurut jenis kelamin: laki-Iaki: 3,63%, perempuan: 3,60%. Prevalensi kebutaan menurut tingkat pendidikan: Tidak sekolah: 10,28%, Tidak tamat SD: 4,04%, Tamat SD: 2,17%, Tamat SLTP: 1,55%, Tamat SLTA: 1,37%, Perguruan tinggi: 0,0%. Prevalensi di kab./kota: Kab.Sumedang: 3,87%, Kab.Subang: 5,47%, Kota Bogor: 3,80%, Kab.Sukabumi: 3,09%, Kab.Garut: 2,14%. Prevalensi Kebutaan meningkat menurut kelompok usia dan tingkat pendidikan.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)