Anda belum login :: 01 Dec 2022 10:17 WIB
Detail
ArtikelPeranan Teknik Mirror Stare (Valett) Terhadap Peningkatan Durasi Atensi dan Pengendalian Perilaku Pada Anak Dengan Gangguan Pemusatan Perhatian Disertai Hiperaktivitas (GPPH)  
Oleh: Kusumawati, Dian
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI
Dalam koleksi: Jurnal Psikologi vol. 21 no. 1 (Mar. 2008), page 39-52.
Topik: Mirror Stare; Durasi Atensi; Pengendalian Perilaku; Hiperaktivitas
Fulltext: (HERLI)211083952_0853-3598.pdf (466.35KB)
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: JJ78
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelPenelitian ini menitikberatkan pada upaya pemberian treatment terhadap anak GPPH usia sekolah (6-12 tahun). Pada usia inilah GPPH mulai dirasakan paling mengganggu, terutama yang berkaitan dengan rendahnya durasi atensi dan pengendalian perilaku. Oleh karena itu, pemberian treatment untuk meningkatkan durasi atensi dan pengendalian perilaku merupakan hal penting di dalam penanganan GPPH. Treatment yang digunakan adalah teknik mirror-stare yang dikembangkan oleh Valett (1974). Teknik ini menggunakan pendekatan psikoedukasional, suatu pendekatan yang menekankan perlunya keterlibatan aktif anak GPPH terutama dalam melakukan pengolahan secara kognitif terhadap umpan balik yang diterimanya, juga keterlibatan aktif dalam proses diskusi sehingga tercapai kesadaran (awareness) akan tampilan diri dan muncul kesediaan untuk meningkatkan tampilan perilakunya menjadi lebih efektif. Desain penelitian adalah quasi experiment dengan prosedur interrupted-time series design. Penelitian ini ditujukan untuk melihat efek treatment dengan cara membandingkan pola skor pre-treatment dan post-treatment pada subjek penelitian. Alat ukur penelitian adalah "Panduan Observasi Durasi Atensi dan Pengendalian Perilaku pada Setting Belajar di Kelas." Selain hasil pengukuran melalui observasi peneliti, hasil penelitian juga menggunakan data hasil pengisian kusekoner dan wawancara yang dilakukan terhadap orang tua dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mirror-stare berperan dalam meningkatkan durasi atensi dan pengendalian perilaku pada kedua subjek secara signifikan pada derajat kepercayaan 95%. Perbedaan hasil yang muncul adalah jumlah peningkatan durasi yang dicapai lebih tinggi oleh Subjek 1 daripada Subjek 2. Jika ditelaah lebih lanjut, sumber penyebaba munculnya perbedaan ini terletak pada intensitas keterlibatan tiap subjek dalam kegiatan treatment. Pada Subjek 1 keterlibatan dalam pelaksanaan mirror-sta4re terutama dalam pembahasan/diskusi evaluasi tampilan perilaku tampak aktif, bahkan pembahasan banyak dimulai dari dirinya sendiri. Sementara, pada subjek 2 keterlibatan lebih terkesan bersifat reaktif, sehingga selalu dibutuhkan adanya pendampingan dan arahan untuk menumbuhkan awareness untuk meningkatkan durasi atensi dan pengendalian perilaku. Walaupun demikian, secara kualitatif pada Subjek 2, sebagaimana juga halnya pada Subjek 1, terdapat perubahan yang cukup mencolok dalam tampilan perilakunya. Dalam hal ini diperoleh gambaran bahwa mereka tampak "lebih tenang", yang ditunjukkan dari berkurangnya gerakan dan juga perilaku verbal yang berlebihan.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.03125 second(s)