Anda belum login :: 12 Jul 2014 08:41 WIB
Detail
ArtikelStudi deskriptif kemampuan laboratorium Emerging Infectious Disease di Indonesia tahun 2004.  
Oleh: Anorital ; Heriyanto, Bambang ; Dewi, Rita M. ; Harun, Syahrial ; Suwandono, Agus
Jenis: Article from Journal - ilmiah nasional - tidak terakreditasi DIKTI
Dalam koleksi: Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan vol. 17 no. 01 (2007), page 36.
Topik: Emerging Infectious Disease; Diagnosis; Laboratorium
Fulltext: M45 Vol 17, No 1 Mar (2007) p36.PDF (462.68KB)
Ketersediaan
  • Perpustakaan PKPM
    • Nomor Panggil: M45
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
  • Perpustakaan FK
    • Nomor Panggil: M32.K.01
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelKewaspadaan dini terhadap peningkatan kasus new emerging dan re emerging disease pada dasarnya tidak lepas dari kesiapan laboratorium sebagai perangkat pendukung diagnosis. Laboratorium emerging infectious disease dengan sarana yang lengkap dan sumber daya yang handal merupakan garda terdepan dalam penentuan dan deteksi dini munculnya kasus penyakit menular, karena berhasilnya upaya pencegahan pada dasarnya tidak terlepas dari hasil diagnosis laboratorium yang cepat, tepat, dan akurat. Berdasarkan pengalaman terhadap timbulnya berbagai kejadian luar biasa penyakit menular dipandang perlu diketahui kemampuan laboratorium emerging infectious disease yang ada sehingga hal ini dapat mempermudah dan mempercepat penanggulangna kejadian luar biasa. Pengumpulan informasi kemampuan laboratorium di lakukan melalui mail questionnair (kuesioner per pos) ke laboratorium EID yang ada di Balai Labkesda, BTKL P2M, dan Rumah Sakit kelas B dan C. Dalam kuesioner tersebut terdapat 35 jenis penyakit infeksi yang ditanyakan kemampuan sumber daya manusia, ketersediaan peralatan dan anggaran. Selain itu dilakukan juga wawancara mendalam kepada pimpinan instansi atau pejabat yang berwenang pada 12 institusi yang dikirimi mail questionnair dan institusi yang terkait dengan responden. Hasil pengumpulan data/informasi melalui mail questionnair diperoleh informasi bahwa laboratorium EID yang mampu melakukan pemeriksaan spesimen penyakit demam tifoid 76,0%, malaria 73,8%, tuberkulosis 69,5%, kholera 65,1%, shigellosis 52,1%, dan difteri 50,0%. dari hasil wawancara mendalam diperoleh 4 aspek permasalahan yang perlu ditindaklanjuti yaitu jaringan kerja sama, operasionalisasi, pengembangan SDM, dan pembinaan. Kesimpulan yang diperoleh dari studi ini adalah dengan diketahuinya profil laboratorium yang ada di institusi balai Labkesda, BTKL, P2M, dan rumah sakit maka langkah tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan melaksanakan upaya kerja sama dalam hal tukar menukar informasi dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia sehingga kedua hal ini dapat memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan penyakit-penyakit emerging infectious.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.0312504 second(s)