Anda belum login :: 30 Nov 2022 21:17 WIB
Detail
ArtikelPermasalahan Ekonomi: Berbagai Insentif diberikan Namun Peningkatan Produksi Padi Belum Terlihat  
Oleh: Makmun
Jenis: Article from Bulletin/Magazine
Dalam koleksi: Business News vol. 61 no. 7548 (Aug. 2007), page 1C-2C.
Topik: Peningkatan Produksi Padi
Ketersediaan
  • Perpustakaan Pusat (Semanggi)
    • Nomor Panggil: BB68.285
    • Non-tandon: 1 (dapat dipinjam: 0)
    • Tandon: tidak ada
    Lihat Detail Induk
Isi artikelSampai saat ini, beras masih merupakan pangan utama bagi penduduk INdonesia. Tingkat konsumsi beras penduduk Indonesia masih mencapai 559 gram perkapita per hari pada tahun 2005 atau setara dengan 352 gram beras per kapita per hari dengan asumsi faktor konversi redemen gabah kering-beras 0.63. Jumlah ini memberikan kontribusi sebesar 1930,7 Kcal (FAOSTAT, 2005) atau sebesar 48,1% dari total energi yang diperoleh seorang penduduk dari konsumsi keseluruhan kelompok komoditas pangan yang terdapat dalam daftar di database FAO. Dengan tingkat konsumsi tersebut, Indonesia termasuk memiliki konsumsi beras yang relatif tinggi di dunia dan berada pada posisi keenam di bawah Myanmar, Laos, Kamboja, Vietnam, dan Bangladesh. Sedangkan secara agregat konsumsi nasional Indonesia mencapai 45,5 juta ton selama setahun dan jumlah ini menempatkan konsumsi nasional Indonesia berada pada posisi ketiga terbesar di dunia di bawah Cina (157 juta ton) dan India (116 juta ton) pada tahun 2005 tersebut (FAOSTAT,2005). Sementara itu apabila dilihat dari sisi produksi beras, Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pangan. Sejak lanma pemerintah menargetkan swasembada beras, yang merupakan makanan pokok, untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar. Pemerintah melalui Departemen Pertanian menyatakan komitmen membangun ketahanan pangan nasional yang diwujudkan melalui upaya peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) sampai 2 juta ton pada tahun 2007, ditambah peningkatan produksi 5% sampai tahun 2009. Untuk mencapai swasembada lestari, mereka menargetkan peningkatan peningkatan produksi padi 5-6,5%/ tahun, dimana tahun 2007 diharapkan mencapai 58,18 juta ton GKG, pada tahun 2008 meningkat menjadi 61,09 juta ton GKG, serta di tahun 2009 mencapai 64,15 juta ton GKG.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Kembali
design
 
Process time: 0.015625 second(s)