| Meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan lingkungan mendorong organisasi untuk mengintegrasikan prinsip ramah lingkungan ke dalam pengelolaan sumber daya manusia melalui penerapan Green Human Resource Management (GHRM). Namun, keberhasilan praktik tersebut tidak hanya ditentukan oleh kebijakan formal, tetapi juga oleh terbentuknya Green Organizational Culture (GOC) dan tingkat Employee Engagement (EE) karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh GHRM terhadap Employee Engagement serta menguji peran mediasi Green Organizational Culture dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 160 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan pengujian validitas, reliabilitas, koefisien determinasi (R-square), effect size (F-square), serta pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GHRM berpengaruh positif dan signifikan terhadap Employee Engagement dan Green Organizational Culture. Selain itu, Green Organizational Culture juga berpengaruh positif terhadap Employee Engagement serta terbukti memediasi hubungan antara GHRM dan Employee Engagement. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik GHRM yang konsisten dan terintegrasi mampu membentuk budaya organisasi yang berorientasi lingkungan, yang selanjutnya meningkatkan keterikatan karyawan. Oleh karena itu, organisasi disarankan untuk mengoptimalkan praktik GHRM melalui pelatihan keberlanjutan, sistem penghargaan ramah lingkungan, serta penguatan budaya organisasi hijau guna meningkatkan employee engagement secara berkelanjutan. |