| Penelitian ini menganalisis dampak perubahan pengolahan dengan penambahan instalasi pada PKS (Pabrik Kelapa Sawit) Sei Mangkei dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi dua unit pabrik (30 Ton TBS (Tandan Buah Segar)/jam dan 45 Ton TBS/jam) yang beroperasi secara terpisah sehingga menimbulkan inefisiensi energi, tenaga kerja, dan biaya operasional. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan lapangan, perancangan integrasi, perhitungan teknis instalasi, serta uji coba operasional. Integrasi difokuskan pada dua stasiun utama yaitu boiler dan klarifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi stasiun klarifikasi mampu mempertahankan mutu produksi CPO (Crude Palm Oil) sesuai standar dengan underflow VCT (Vertical Clarifier Tank) rata – rata 5,95% kadar air 0,15 dan kadar kotoran 0,02. Integrasi boiler berhasil memenuhi kebutuhan uap gabungan 37,5 ton/jam dengan hanya mengoperasikan satu unit boiler berkapasitas 45 ton/jam. Dari aspek produktivitas, kapasitas olah tidak terganggu bahkan meningkat dalam tiga tahun terakhir. Total biaya investasi integrasi instalasi peralatan sebesar Rp 89,46 juta. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi proses pengolahan berdampak positif terhadap peningkatan kapasitas produksi. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam optimalisasi pengolahan PKS agar lebih efektif, efisien dan berkelanjutan. |