Anda belum login :: 22 Apr 2026 16:39 WIB
Detail
BukuKAJIAN KOMPARASI OPERASIONAL PABRIK KELAPA SAWIT PERALIHAN SUMBER ENERGI LISTRIK DARI TURBIN UAP MENJADI PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA (PLN) DI PABRIK KELAPA SAWIT SEI MANGKEI
Bibliografi
Author: Ferianto, Simon Petrus ; Soewono, Arka Dwinanda (Advisor)
Topik: PKS; on-grid; integrasi boiler; efisiensi energi; biaya olah.
Bahasa: (ID )    
Penerbit: Program Studi Magister Teknik Mesin Fakultas Teknik Unika Atma Jaya     Tempat Terbit: Jakarta    Tahun Terbit: 2026    
Jenis: Theses - Master Thesis
Fulltext:
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kinerja operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Sei Mangkei sebelum dan sesudah peralihan sumber energi listrik dari turbin uap menjadi on-grid, serta mengevaluasi efektivitas perbaikan instalasi proses berupa integrasi boiler dan penyederhanaan stasiun klarifikasi. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif-komparatif berbasis data operasional deret waktu periode 2018–2025. Parameter utama dikaji meliputi TBS olah (Tandan Buah Segar kelapa sawit yang diolah di pabrik), kapasitas olah, utilitas olah, jam stagnasi, konsumsi listrik spesifik, dan biaya olah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun pertama penggunaan PLN belum terjadi peningkatan kinerja signifikan. Dimana kapasitas olah justru turun dari rata-rata 53,38 ton TBS/jam (2018–2022) menjadi 53,90 ton TBS/jam (2023), utilitas olah turun dari rata-rata 71,13% menjadi 70,54%, dan biaya olah meningkat dari Rp 497,22/kg menjadi Rp 666,58/kg. Hal tersebut mengindikasikan bahwa perubahan sumber energi listrik tanpa penyelarasan konfigurasi proses tidak memberikan dampak positif terhadap performa pabrik dan bahkan menambah beban biaya. Setelah dilakukan perbaikan dan penyederhanaan instalasi pada tahun 2024–2025, kinerja operasional meningkat secara signifikan. Kapasitas olah meningkat dari 52,90 ton TBS/jam (2023) menjadi 63,90 ton TBS/jam (2024) dan 89,58% (2025); konsumsi listrik spesifik menurun dari 21,96 kWh/ton TBS (2023) menjadi 19,53–19,62 kWh/ton TBS (2024–2025); dan biaya olah turun dari Rp 686,48 / kg (2024) menjadi Rp 644,71/kg (2025). Penelitian ini menyimpulkan bahwa peralihan energi listrik saja tidak otomatis meningkatkan kinerja pabrik, sedangkan rekayasa proses melalui integrasi boiler dan klarifikasi terbukti memberikan dampak teknis dan ekonomis yang jauh lebih besar. Hasil penelitian ini menjadi acuan bahwa transisi energi di industri kelapa sawit harus diikuti dengan perbaikan konfigurasi proses agar peningkatan kinerja dan efisiensi energi dapat tercapai.
Opini AndaKlik untuk menuliskan opini Anda tentang koleksi ini!

Lihat Sejarah Pengadaan  Konversi Metadata   Kembali
design
 
Process time: 0.125 second(s)