| Sistem pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga mutu bahan baku dan efisiensi operasional pabrik kelapa sawit (PKS). Keterlambatan pengangkutan TBS dari kebun ke pabrik berpotensi meningkatkan kadar Asam Lemak Bebas (ALB) yang berdampak pada penurunan mutu crude palm oil (CPO). Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya pemilihan jenis kendaraan angkut berdasarkan karakteristik jarak dan lintasan pengangkutan di Kebun Hapesong PTPN IV Regional I, Sumatera Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas sistem pengangkutan TBS melalui analisis waktu angkut, cycle time, dan produktivitas kendaraan. Tahapan penelitian meliputi observasi lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, pengolahan data waktu tempuh, serta analisis perbandingan kinerja sebelum dan sesudah optimalisasi armada. Armada yang dianalisis terdiri atas traktor angkut, kendaraan single cabin 4×4, dan dump truck berkapasitas besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi rute pengangkutan langsung dari blok ke PKS pada studi kasus Afdeling 2 mampu menurunkan total waktu pengangkutan dari 279 menit menjadi 210 menit (lebih efisien 69 menit atau ±24,7%) serta meningkatkan produktivitas dari 6 kg/jam menjadi 9 kg/jam (meningkat ±50%). Selain itu, jumlah tahap pengangkutan berkurang dari dua tahap (blok-TPH-PKS) menjadi satu tahap (blok-PKS). Secara umum, kendaraan berkapasitas kecil lebih sesuai untuk jarak pendek dan kondisi jalan terbatas, sedangkan dump truck lebih efektif pada jarak menengah hingga jauh. |