| Penelitian ini menganalisis pengaruh penggunaan biomassa cangkang sawit sebagai bahan bakar alternatif pada Thermal Oil Heater terhadap biaya pengolahan, mutu produk, dan emisi di Pabrik Pengolahan Karet Membang Muda PT Perkebunan Nusantara IV Regional I. Metode penelitian meliputi eksperimen lapangan dengan mengoperasikan Thermal Oil Heater menggunakan cangkang sawit, pengumpulan data produksi dan emisi, serta analisis komparatif terhadap data literatur IDO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi cangkang sawit menekan Harga Pokok Produksi (HPP) menjadi Rp 3.416,21 per kg, lebih rendah 10,10%–20,55% dibandingkan biaya energi IDO (Rp 3.800–Rp 4.300 per kg), dengan realisasi penghematan tahunan mencapai Rp 1,16–5,9 miliar. Kualitas produk karet remah (SIR 20) yang dihasilkan tetap memenuhi standar SNI 1903:2017. Dari aspek emisi, penggunaan cangkang sawit menghasilkan tingkat partikulat (39,9 mg/m³), SO2 (45,0 mg/m³), dan NO2 (35,9 mg/m³) yang jauh lebih rendah dibandingkan IDO dan di bawah baku mutu yang berlaku, meskipun terdeteksi emisi HCl (1,17 mg/m³) dalam batas aman. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa cangkang sawit merupakan bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis, berkelanjutan, dan ramah lingkungan untuk Thermal Oil Heater dalam pengolahan karet remah, tanpa mengorbankan mutu produk. |