PT Berkat Cipta Logistik menghadapi inefisiensi biaya dan risiko operasional akibat ketergantungan penuh pada pihak ketiga (Full Vendor), yang menyebabkan tingginya biaya variabel dan ketidakpastian ketersediaan unit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan investasi pengadaan armada mandiri menggunakan pendekatan mixed-method, menggabungkan perhitungan Capital Budgeting (NPV, IRR, BCR, Payback Period) dan analisis kualitatif preferensi pemangku kepentingan. Analisis ini membandingkan empat skenario: kondisi saat ini (Current Condition), sewa (Lease & Operate), beli tunai (Own & Operate Cash), dan beli kredit (Own & Operate Credit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mempertahankan kondisi Full Vendor membebani perusahaan dengan total biaya riil (NPV Cost) sebesar -Rp10,16 Miliar selama 8 tahun tanpa menghasilkan aset. Dari alternatif yang diuji, skema Own & Operate (Kredit) terbukti sebagai opsi paling layak dengan nilai NPV Positif, IRR sebesar 21%, dan BCR 1,35, mengungguli skema sewa yang dinilai tidak layak (NPV negatif). Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pengadaan armada melalui skema kredit karena mampu menyeimbangkan profitabilitas finansial, menjaga likuiditas arus kas, serta memenuhi kebutuhan kendali operasional dan jaminan layanan pelanggan. |