| Pendahuluan : Jurusan kedokteran merupakan salah satu jurusan yang paling sulit diantara jurusan lain. Banyaknya materi yang harus dipelajari seperti biokimia, anatomi, fisiologi dan banyak hal lainnya yang dapat menyebabkan banyaknya mahasiswa/i jurusan kedokteran yang mengalami stres. Dikarenakan banyaknya mahasiswa yang mengalami stres dan kurangnya beraktivitas fisik, hal ini dapat berpengaruh dalam indeks massa tubuh seseorang. Tujuan dari penelitian ini mengetahui adanya pengaruh dari hubungan tingkat stress terhadap aktivitas fisik dan Indeks massa tubuh pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya. Metode : Studi analitik obeservasional cross sectional dengan metode pengambilan sampel non-probability quota sampling. Data diambil dengan menggunakan Google Form yang berisikan pertanyaan mengenai kuesioner KPDS, IPAQ, dan pertanyaan indeks massa tubuh. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil : Terdapat 276 individu dengan distribusi mahasiswa 55% tidak mengalami stres, 45% mengalami stres ringan hingga berat, 54% melakukan aktivitas fisik intensitas rendah dan 46% melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat. Sebanyak 14% memiliki IMT kekurangan berat badan, 63% memiliki IMT kategori normal, dan 23% memiliki IMT kategori kelebihan berat badan. Hasil uji statistik menunjukkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan aktivitas fisik (p=0,653) dan tingkat stres dengan indeks massa tubuh (p=0,158). Kesimpulan : Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan aktivitas fisik dan indeks massa tubuh pada mahasiswa. Mahasiswa/I FKIK UAJ yang melakukan aktivitas fisik intensitas <600 dan IMT lebih dari batas normal dapat menyebabkan mahasiswa beresiko terkena beberapa penyakit seperti masalah jantung, diabetes, dan masalah lainnya. Hal ini dapat menjadi pertimbangan untuk penelitian selanjutnya, sehingga dapat mencari tahu lebih lanjut mengenai risiko dan faktor lain yang dapat memengaruhi stres, aktivitas fisik, dan IMT pada mahasiswa/I |