| Peningkatan kebutuhan energi listrik dan komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi karbon mendorong pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan kelayakan ekonomi pengembangan PLTS Terapung di Waduk Sadawarna, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan simulasi perangkat lunak System Advisor Model (SAM) versi 2025.4.16. Berdasarkan regulasi Permen PUPR No. 6 Tahun 2020, luas area efektif yang digunakan adalah 36 hektar atau 5% dari total luas genangan. Hasil simulasi teknis menunjukkan bahwa konfigurasi optimal dicapai pada sudut kemiringan (tilt) 16° dan sudut azimuth 40°, dengan jarak antar array 2,38 meter. Sistem ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 73,5 MWp yang mampu menghasilkan energi listrik tahunan sebesar 126.527.192 kWh (126,5 GWh). Analisis ekonomi pada skenario pembiayaan 30% ekuitas dan 70% pinjaman menunjukkan hasil yang paling menguntungkan, dengan Levelized Cost of Electricity (LCOE) sebesar 4,26 sen/kWh, Net Present Value (NPV) sebesar USD 24.325.004, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 16,92%, dan Payback Period (PBP) selama 5 tahun. Berdasarkan indikator teknis dan ekonomi tersebut, proyek PLTS Terapung di Waduk Sadawarna dinyatakan layak (feasible) untuk dikembangkan dan berpotensi mendukung target bauran energi nasional |