| Perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial yang semakin meningkat di kalangan remaja memunculkan berbagai fenomena psikologis, salah satunya Fear of Missing Out (FoMO). FoMO merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut, cemas, dan khawatir ketika individu merasa tertinggal dari pengalaman, informasi, atau aktivitas yang dialami oleh orang lain. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kesejahteraan psikologis remaja. Kesejahteraan psikologis sendiri merupakan keadaan individu yang mampu berfungsi secara optimal secara psikologis, yang ditandai dengan penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, serta pertumbuhan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara FoMO dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 40 remaja komunitas Teens Cordisian yang merupakan pengguna aktif media sosial. Instrumen penelitian menggunakan Fear of Missing Out Scale (FoMOs) yang terdiri dari 10 aitem dan skala kesejahteraan psikologis yang terdiri dari 22 aitem. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif antara FoMO dan kesejahteraan psikologis dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,219, yang berarti semakin tinggi tingkat FoMO yang dialami remaja maka cenderung semakin rendah tingkat kesejahteraan psikologisnya. Kakak pembina dapat memberikan kegiatan yang membuat para remaja lebih positif dalam menggunakan media sosial media. Penelitian selanjutnya dapar mengembangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi FOMO. |