| Perbankan memegang peran penting dalam mendorong kegiatan keberlanjutan melalui fungsi intermediasi, terutama dalam menyalurkan pembiayaan pada sektor usaha yang berorientasi pada lingkungan dan mengintegrasikan prinsip tanggung jawab dalam operasional bisnis. Berangkat dari peran tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keuangan hijau dan praktik perbankan hijau terhadap tingkat profitabilitas perbankan di Indonesia yang diukur melalui return on equity (ROE), serta menelaah peran struktur kepemilikan dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel pada 14 bank di Indonesia yang secara konsisten menyampaikan laporan keberlanjutan selama periode 2019–2024. Pengolahan data dilakukan menggunakan perangkat lunak Stata versi 17. Penelitian menunjukkan bahwa keuangan hijau dan praktik perbankan hijau tidak berpengaruh terhadap peningkatan ROE perbankan. Namun demikian, keberadaan struktur kepemilikan sebagai variabel moderasi menghasilkan perbedaan pengaruh yang signifikan. Dominasi kepemilikan asing dibandingkan kepemilikan domestik terbukti memperkuat hubungan antara keuangan hijau dan profitabilitas bank, sementara pada saat yang sama justru melemahkan pengaruh praktik perbankan hijau terhadap ROE. Temuan ini menegaskan bahwa struktur kepemilikan berperan penting dalam menjelaskan hubungan antara keuangan hijau, praktik perbankan hijau, dan fluktuasi profitabilitas perbankan di Indonesia. |