| Untuk menjaga prinsip going concern dalam jangka panjang, perusahaan perlu mengimplementasikan strategi yang efektif dalam meningkatkan kinerja, termasuk strategi pembiayaan modal kerja. Penelitian ini menganalisis pengaruh pembiayaan modal kerja terhadap kinerja perusahaan dengan mempertimbangkan peran moderasi kepemilikan mayoritas dan kendala keuangan. Objek penelitian adalah perusahaan jasa non-keuangan (transportasi, logistik & prasarana transportasi, telekomunikasi, dan konstruksi) yang terdaftar di BEI periode 2018-2023, dengan variabel kontrol ukuran perusahaan serta variabel dummy bidang usaha dan pandemi Covid-19. Inovasi penelitian terletak pada pengukuran pembiayaan modal kerja berdasarkan strategi agresif dan konservatif, yang belum diuji dengan moderasi kepemilikan mayoritas dan kendala keuangan pada penelitian sebelumnya. Menggunakan analisis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.1.1.6, hasil menunjukkan pembiayaan modal kerja secara keseluruhan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Strategi agresif cenderung menurunkan kinerja (tidak signifikan), sedangkan strategi konservatif meningkatkan kinerja (tidak signifikan). Baik kepemilikan mayoritas maupun kendala keuangan tidak memoderasi hubungan tersebut. Ukuran perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, khususnya pada sektor telekomunikasi dengan strategi konservatif, sementara pandemi Covid-19 tidak signifikan. Temuan ini menegaskan perlunya penyesuaian strategi pembiayaan modal kerja berdasarkan karakteristik sektor dan kondisi keuangan spesifik perusahaan. |