| Persepsi pola asuh ibu didefinisikan sebagai penilaian individu terhadap praktik pengasuhan ibu yang mencakup dimensi acceptance (responsiveness) dan demandingness (control). Regulasi emosi didefinisikan sebagai kemampuan individu dalam memantau, mengevaluasi, dan memodifikasi respons emosional, yang meliputi strategi cognitive reappraisal dan expressive suppression. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak persepsi pola asuh ibu terhadap kemampuan regulasi emosi mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Bahasa Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya angkatan 2022–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 53 mahasiswa Fakultas Pendidikan dan Bahasa Unika Atma Jaya pada angkatan 2022-2025. Instrumen penelitian terdiri dari skala persepsi pola asuh ibu dengan 15 pernyataan valid (a = 0,877) dan skala regulasi emosi dengan 9 pernyataan valid (a = 0,829). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa berada pada kategori persepsi pola asuh ibu positif (55%) dan regulasi emosi tinggi (49%). Dimensi dominan pada variabel persepsi pola asuh ibu adalah acceptance, sedangkan pada variabel regulasi emosi adalah cognitive reappraisal. Hasil analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan positif sedang antara persepsi pola asuh ibu dan regulasi emosi (r = 0,470; p < 0,001). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa persepsi pola asuh ibu memberikan dampak signifikan terhadap regulasi emosi dengan kontribusi sebesar 22,1%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi mahasiswa terhadap pola asuh ibu, khususnya pada aspek penerimaan dan kehangatan, maka semakin baik kemampuan regulasi emosi yang dimiliki. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan peran ibu dalam menerapkan pola asuh yang hangat dan responsif sebagai upaya mendukung perkembangan regulasi emosi mahasiswa. |