| Penelitian ini memperluas studi terdahulu yang terbatas pada analisis konvensional (Non-ERP) dengan menerapkan metode Event-Related Potential (ERP) N400 untuk identifikasi pola neurokognitif remaja berisiko adiksi yang lebih presisi. Melalui komparasi respons otak pada remaja usia 17–19 tahun terhadap stimulus kata adiksi, hasil pengolahan sinyal menunjukkan perbedaan signifikan. Kelompok normal memiliki amplitudo N400 tinggi yaitu -40 hingga 50 µV yang terpusat di area frontal, mencerminkan evaluasi semantik efektif. Sebaliknya, kelompok berisiko mengalami pelemahan amplitudo -2 hingga 2.5 µV dengan aktivitas menyebar ke temporal dan occipital, mengindikasikan gangguan fokus dan interferensi emosional. Temuan ini membuktikan bahwa metode ERP N400 memiliki sensitivitas lebih tinggi dibanding pendekatan Non-ERP, sehingga potensial dikembangkan sebagai instrumen deteksi dini adiksi yang valid dan objektif. |