| Perkembangan industri musik digital mendorong persaingan identitas merek yang semakin kuat, tidak hanya pada artis, tetapi juga pada produser musik sebagai kreator utama. Dalam konteks ini, audio branding menjadi strategi komunikasi pemasaran non-visual yang relevan, khususnya melalui penggunaan producer tag sebagai identitas suara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas audio branding berbasis neuromarketing dalam membangun brand awareness album Heroes & Villains karya Metro Boomin, dengan fokus pada producer tag “Metro Boomin Want Some More” sebagai bentuk sonic logo dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam (in-depth interview). Informan dipilih secara purposive sampling yang terdiri dari pendengar musik hip-hop, praktisi musik, dan akademisi komunikasi pemasaran. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder digunakan sebagai triangulasi, meliputi ulasan audiens di platform digital, media sosial, serta data performa album di layanan streaming dan tangga musik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa producer tag “Metro Boomin Want Some More” berfungsi efektif sebagai audio branding cue yang konsisten dan mudah dikenali. Pengulangan producer tag mampu meningkatkan brand recognition dan brand recall audiens, serta membentuk asosiasi emosional terhadap identitas Metro Boomin sebagai produser. Dari perspektif neuromarketing, elemen audio tersebut bekerja sebagai stimulus yang memperkuat pengkodean memori dan menciptakan posisi top of mind di benak pendengar dan menegaskan bahwa audio branding melalui producer tag tidak hanya berperan sebagai penanda teknis produksi, tetapi juga sebagai instrumen komunikasi pemasaran yang strategis dalam membangun brand awareness dan citra merek personal di industri musik digital. |