| Jumlah pengguna Tiktok yang terus meningkat membuat aplikasi tersebut berganti fungsi menjadi media penyampaian aspirasi dan pendapat. Salah satunya adalah melalui gerakan #KaburAjaDulu yang digaungkan oleh generasi Z di Indonesia. Social movement ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran gen Z akan kondisi lapangan kerja dalam negeri dan sektor ekonomi yang terus merosot. Tujuan dari penelitian ini adalah dengan melalui teori Media Social untuk memahami pemahaman gen Z terkait tren #KaburAjaDulu sebagai bentuk Social Movement dan mengidentifikasi makna di baliknya berdasarkan teori Symbolic Convergence. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berbasis wawancara, observasi netnografi, dan studi literatur. Data kemudian dianalisis dengan teori Media Social, Symbolic Convergence dan Social Movement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial #KaburAjaDulu menjadi wadah bagi gen Z dalam menyuarakan kritik terhadap pemerintah, terutama karena situasi politik, sosial, dan ekonomi yang tidak stabil. Gerakan ini telah menjadi bentuk perlawanan simbolik atas kondisi lapangan kerja yang memprihatinkan dan dianggap menyulitkan para pencari kerja. Berdasarkan teori Symbolic Convergence, gen Z membangun solidaritas emosional dan menciptakan rhetorical vision mengenai keinginan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih layak. Selain itu, aspek fantasy theme dan fantasy chaining terlihat dari penggunaan narasi "kabur" yang membentuk realitas kolektif di tengah kalangan pengguna. Gerakan #KaburAjaDulu juga sejalan dengan teori Social Movement karena, meskipun hanya disuarakan di media sosial, tetapi gerakan ini sudah mampu menyampaikan pesan-pesan aktivisme terkait isu sosial terkini. |