Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan real estat dan properti di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020 hingga 2024 dengan menggunakan tiga metode pengukuran utama, yaitu Return on Investment (ROI), Economic Value Added (EVA), dan Market Value Added (MVA). Ketiga metode tersebut digunakan untuk memberikan perspektif yang komprehensif mengenai efisiensi investasi, penciptaan nilai ekonomi, serta persepsi pasar terhadap nilai perusahaan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif yang didukung oleh data sekunder dari laporan keuangan perusahaan serta data pasar modal. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara ketiga ukuran kinerja tersebut. ROI menggambarkan efisiensi penggunaan investasi dalam menghasilkan laba, tetapi tidak selalu mencerminkan penciptaan nilai ekonomi yang sesungguhnya. EVA memberikan gambaran yang lebih akurat tentang nilai tambah yang dihasilkan setelah memperhitungkan biaya modal, sementara MVA menunjukkan persepsi pasar terhadap keberhasilan perusahaan dalam menciptakan nilai bagi pemegang saham. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan properti pasca-pandemi sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajemen dalam mengelola modal secara efisien, berinovasi, dan membangun kepercayaan investor. Implikasi teoritis dari penelitian ini memperkaya literatur mengenai pengukuran kinerja multi-indikator dalam sektor properti, sedangkan implikasi praktisnya memberikan panduan strategis bagi investor, manajemen, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan daya saing serta nilai berkelanjutan perusahaan. |