| Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan membandingkan kemudahan penerapan tiga alat penilaian bangunan hijau, yaitu GREENSHIP EB v1.1, Green Mark ENRB v3.0, dan EDGE v3.0, pada bangunan eksisting di Jakarta, yang mencakup tipe kantor, pusat perbelanjaan, dan hotel. Sebanyak 18 bangunan digunakan sebagai sampel penelitian, terdiri dari 9 kantor, 6 pusat perbelanjaan, dan 3 hotel, dengan periode operasional bangunan antara tahun 2015 hingga 2024. Setiap bangunan dievaluasi untuk mengetahui pencapaian predikat minimum pada masing-masing alat penilaian. Hasil menunjukkan bahwa EDGE v3.0 merupakan alat yang paling mudah diakses dan fleksibel, dengan seluruh bangunan mencapai level Certified. GREENSHIP EB v1.1 juga terbukti mudah diterapkan, seluruh sampel mencapai minimal Bronze, dan sebagian besar berhasil meraih Gold hingga Platinum, terutama pada bangunan kantor. Sementara itu, Green Mark ENRB v3.0 memiliki prasyarat yang paling ketat, khususnya dalam efisiensi energi, yang menyebabkan 41,2% bangunan tidak memenuhi persyaratan awal, terutama pada tipe pusat perbelanjaan dan hotel. Temuan ini menunjukkan bahwa tidak semua alat penilaian cocok untuk sejumlah tipe bangunan di Jakarta, serta terdapat perbedaan kemampuan antar tipe bangunan dalam mencapai tingkat predikat pada masing-masing alat penilaian. |