Penelitian ini menganalisis pengaruh faktor-faktor eksternal terhadap dinamika Volume Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG, serta menguji keberadaan hubungan jangka panjang dan mekanisme penyesuaian jangka pendeknya. Data yang digunakan adalah deret waktu bulanan periode 2018–2024 (84 observasi) yang mencakup variabel produksi padi (PRO), konsumsi beras (KON), harga pasar beras (HPB), nilai tukar petani (NTP), inflasi pangan (TIP), nilai tukar rupiah terhadap USD (NTR), dan suku bunga modal kerja (BMK). Metode analisis menggunakan ARDL–Bounds Testing untuk menguji kointegrasi, kemudian diturunkan ke ARDL–ECM guna menangkap dinamika jangka pendek sekaligus proses koreksi menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil uji Bounds menunjukkan adanya kointegrasi antara CBP dan seluruh variabel eksternal dalam model. Dalam jangka panjang, PRO berpengaruh positif (signifikan ~10%) dan HPB berpengaruh positif (signifikan 5%) terhadap level CBP; TIP cenderung negatif (borderline signifikan ~10%); sedangkan BMK menunjukkan hubungan positif (signifikan ~10%). Sementara itu, KON, NTP, dan NTR tidak terbukti signifikan sebagai penentu struktural level CBP dalam periode sampel. Estimasi ECM menghasilkan Error Correction Term (ECT) negatif dan sangat signifikan (˜ -0,090) yang mengindikasikan sekitar 9% deviasi dari keseimbangan jangka panjang dikoreksi setiap bulan, sehingga penyesuaian stok CBP bersifat gradual. Secara jangka pendek, guncangan perubahan produksi dan inflasi pangan menjadi pendorong utama perubahan CBP, dengan pola respons bertahap (lead–lag). Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan CBP perlu dirancang sebagai instrumen buffer stock yang responsif terhadap dinamika produksi, harga, inflasi pangan, dan kondisi moneter, serta diperkuat melalui tata kelola dan kebijakan yang konsisten. |