| Perbankan berperan strategis dalam perekonomian sebagai lembaga intermediasi yang menyalurkan dana ke sektor riil, sehingga stabilitas sektor perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Salah satu indikator utama risiko kredit perbankan adalah Non-Performing Loan (NPL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan makroprudensial, kebijakan moneter, dan faktor internal bank terhadap NPL pada bank KBMI IV di Indonesia. Kebijakan makroprudensial diproksikan melalui Loan to Value (LTV) dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), kebijakan moneter diproksikan melalui Suku Bunga Bank Indonesia, serta faktor internal bank yang meliputi Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan ukuran bank, dengan pertumbuhan ekonomi sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan data sekunder kuartalan pada empat bank KBMI IV selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LTV dan RIM berpengaruh signifikan terhadap NPL, diikut dengan pengaruh Suku Bunga Bank Indonesia yang signifikan terhadap NPL. Selain itu, CAR menunjukkan hasill signifikan terhadap NPL, bersama dengan LDR dan ukuran bank yang berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPL. Pertumbuhan ekonomi tidak signifikan terhadap NPL. Temuan ini menjelaskan bahwa efektivitas kebijakan makroprudensial dan moneter, serta pengelolaan faktor internal bank, memiliki peran penting dalam menjaga kualitas kredit dan stabilitas perbankan, khususnya pada bank sistemik di Indonesia. |