Perkembangan sektor ritel di Indonesia pada periode pascapandemi ditandai oleh perubahan pola konsumsi, peningkatan biaya operasional, dan persaingan yang semakin ketat, sehingga perusahaan dituntut mengelola struktur aset dan pendanaan secara optimal untuk menjaga nilai perusahaan. Penelitian ini penting karena adanya perbedaan temuan penelitian terdahulu terkait pengaruh Asset Tangibility dan Capital Structure terhadap Firm Value, serta keterbatasan kajian mengenai peran Profitability sebagai variabel mediasi di sektor ritel. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Asset Tangibility dan Capital Structure (DAR) terhadap Firm Value (PBV) serta menguji peran mediasi Profitability (ROA). Penelitian menggunakan data sekunder laporan keuangan perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024 dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Asset Tangibility berpengaruh positif dan signifikan terhadap Firm Value dan Profitability, sedangkan Capital Structure tidak berpengaruh signifikan terhadap Firm Value namun berpengaruh negatif terhadap Profitability. Selain itu, Profitability tidak berpengaruh signifikan terhadap Firm Value dan tidak memediasi hubungan antarvariabel. Temuan ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan ritel pascapandemi lebih ditentukan oleh kekuatan aset berwujud dibandingkan profitabilitas jangka pendek. |